"Keluarga dan ahli waris ini tidak ada masalah, sudah ada persetujuan," kata ahli waris kelima Mbah Ali Kwitang, Muhammad Amin bin Soleh bin Abdurrahman.
Hal itu disampaikan Habib Amin di lokasi makam di Jl Inspeksi Kali Ciliwung, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (2/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada tulisan-tulisan spanduk yang menolak karena memang sebagian tidak ingin dipindah tapi sudah dimusyawarahkan karena ini makam dipindah," kata Habib Amin.
Habib Amin mengatakan, sejauh ini developer yang membangun proyek di makam Mbah Ali Kwitang telah berlaku bijaksana. Mereka menyediakan lahan jadi untuk pengganti makam yang berjarak sekitar beberapa ratus meter dari lokasi sebelumnya.
"Pihak developer sudah menyediakan lahan jadi dari saya tidak ada masalah," kata Habib Amin.
Sebelumnya, makam Mbah Ali Kwitang yang sedang dikeruk mengeluarkan air berlimpah. Warga berbondong-bondong mengambil air tersebut. Mereka menyebutnya sebagai 'air karomah'.
(ken/nrl)










































