"Saya kira dia punya motivasi politis. Yang paling dicurigai, Muchdi adalah elit Gerindra. Yang dia lakukan bukan hanya untuk Gerindra, tapi juga untuk Prabowo," ujar pengamat politik Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi kepada detikcom, Jumat (1/7/2010).
Namun menurut Burhan, agenda tersembunyi tersebut salah alamat. Tidak ada jaminan, kader Muhammadiyah akan mengikuti afiliansi politik atau anjuran ketuanya soal dukung mendukung dalam pemilu. Sejarah sudah membuktikan hal itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kader Muhammadiyah pun dinilai terbiasa dengan pilihan dalam berpolitik. Sehingga tidak akan menurut begitu saja untuk mengikuti Muchdi jika nanti misalnya ia terpilih menjadi ketua PP Muhammadiyah.
"Kalau misalnya benar memiliki ambisi politik untuk mengarahkan Muhammadiyah ke Prabowo, salah kaprah umat Muhammadiyah akan menurut," jelasnya.
(rdf/ahy)










































