"Konveksi itu hanya sebagai modus untuk mengelabui petugas," kata Deputi Pemberantasan BNN, Tommy Sagiman dalam jumpa pers di kantor BNN Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (01/7/2010).
Pengungkapan sabu rumahan itu bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai kegiatan di rumah tersebut. Pada 22 Juni, petugas lalu menggerebek rumah tersebut.
"Ada 5 tersangka yang kita amankan saat itu," kata dia.
Kelima tersangka yakni 4 karyawan yang berinisial Thi, Ags, Imb dan Am. Serta tersangka Ina, istri dari Am.
Di lokasi, petugas menyita narkotika golongan I jenis sabu seberat 2,5 kilogram, prekusor narkotika jenis ephedrine seberat 38,6 gram, prekusor narkotika jenis ketamine seberat 11,8 gram dan alat cetak.
Tommy mengatakan, jaringan ini termasuk sindikat internasional. Mesin cetak, diperoleh dari China yang dikirim oleh Mr Lee pada 17 Juni lalu. Pada 21 Juni juga, Mr Lee diketahui mengirimkan sejumlah prekusor narkotika.
Tommy mengungkapkan, konveksi itu adalah milik dari tersangka Deni Sastorin alias Densos. "Dia adalah sipir di LP Cipinang," katanya.
Kitchen lab itu sendiri, lanjutnya baru berjalan 6 bulan. "Mereka belum sempat memproduksi," bebernya.
(mei/rdf)











































