Idham Biola, Mau Untung Malah Buntung

Lagu Daerah Dibajak

Idham Biola, Mau Untung Malah Buntung

- detikNews
Kamis, 01 Jul 2010 17:17 WIB
 Idham Biola, Mau Untung Malah Buntung
Jakarta - Hijrah ke Jakarta sejak 1987 di usia 20 tahun menjadikan musisi asal Palembang, Idham Biola, kenyang asam garam panggung dangdut kampung di Jakarta. Baginya, memilih untuk menjadi senimat di Ibukota adalah jalan hidup yang harus dia lalui.

"Mengalir saja. Mungkin sudah takdirnya seperti ini," ujar Idham Biola alias Idham Suseno tentang filosofi hidupnya kepada wartawan di PN Jakarta Barat, Jalan S Parman, Kamis (1/7/2010).

Baginya, hidup adalah garis takdir. Dia menapaki panggilan sebagai musisi/aransmen lagu dari acara kawinan, hajatan atau sunatan dari kampung satu ke kampung lainnya. "Saya pernah mengisi lagunya Leo Waldi untuk gitarnya. Saya ingin mati sebagai seniman musisi," beber ayah 3 anak ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah 20 tahun berkelana satu panggung ke panggung lainnya, diapun melabuhkan pilihannya menjadi pencipta lagu dengan membuka studio di Bekasi. Pilihannya jatuh kepada lagu daerah Palembang sebagai aliran musiknya.

"Lagu daerah kan kecil modalnya. Tapi pasarnya ada. Cocok dengan penghasilan saya," jelas pria yang pernah mengenyam sekolah musik selama 2 tahun ini.

Alhasil, dia menelorkan 1 album yang berisi lagu daerah Sumatera Selatan berisi 6 lagu. Baru 1 bulan beredar dia bisa melayani permintaan 300 keping vcd perhari. Sayangnya, masuk bulan ke 2 albumnya telah dibajak oleh DT, penjual VCD bajakan dibilangan Jakarta Barat.

"Sekarang ? Masih ada yang membeli, meski 1 atau 2 vcd perhari. Lumayan, bisa buat beli rokok," tutupnya seraya menaiki sepeda motor meninggalkan pengadilan.
(asp/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads