"Mengalir saja. Mungkin sudah takdirnya seperti ini," ujar Idham Biola alias Idham Suseno tentang filosofi hidupnya kepada wartawan di PN Jakarta Barat, Jalan S Parman, Kamis (1/7/2010).
Baginya, hidup adalah garis takdir. Dia menapaki panggilan sebagai musisi/aransmen lagu dari acara kawinan, hajatan atau sunatan dari kampung satu ke kampung lainnya. "Saya pernah mengisi lagunya Leo Waldi untuk gitarnya. Saya ingin mati sebagai seniman musisi," beber ayah 3 anak ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lagu daerah kan kecil modalnya. Tapi pasarnya ada. Cocok dengan penghasilan saya," jelas pria yang pernah mengenyam sekolah musik selama 2 tahun ini.
Alhasil, dia menelorkan 1 album yang berisi lagu daerah Sumatera Selatan berisi 6 lagu. Baru 1 bulan beredar dia bisa melayani permintaan 300 keping vcd perhari. Sayangnya, masuk bulan ke 2 albumnya telah dibajak oleh DT, penjual VCD bajakan dibilangan Jakarta Barat.
"Sekarang ? Masih ada yang membeli, meski 1 atau 2 vcd perhari. Lumayan, bisa buat beli rokok," tutupnya seraya menaiki sepeda motor meninggalkan pengadilan.
(asp/anw)











































