Demikian hasil penelusuran Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) atas sumber aliran dana ke rekening gendut perwira polisi. Hal iniΒ diungkapkan oleh Ketua Divisi Penguatan Regional Walhi, Erwin Usman, di kantor Majalah TEMPO, Jl Proklamasi, Jakarta, Kamis (1/7/2010).
"Sumber daya mineral, terutama pertambangan. Bisnis kehutanan, yakni illegal logging. Perkebunan, biasanya sawit. Proyek infrastuktur, biasanya memanfaatkan konflik pembebasan lahan," papar Erwin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait tulisan di Tempo, seharusnya Polri menjadikannya sebagai dasar meneliti kebenaran rekening gendut. Bukan malah mempersoalkan gambar babi," sambung Erwin.
Lebih lanjut dia mendesak Presiden SBY memanggil pimpinan KPK, PPATK, BKP dan Kompolnas agar bekerjasama menuntaskan kasus rekening gendut. Sebab sebenarnya pada 2005 lalu PPATK pernah mengungkap temuan 15 rekening mencurigakan milik petinggi Polri namun tidak ada tindak lanjutnya.
"Karena memang PPATK tidak punya wewenang besar. Jadi kasusnya ya menguap begitu saja," ujar Erwin.
(lh/ndr)











































