Sangat murah harga 'wartawan'. Cukup dengan mengeluarkan uang Rp 30 ribu, orang bisa mengaku sebagai wartawan dengan menunjukkan kartu pers yang cukup meyakinkan. Simak saja pengakuan dua orang ini.
Rio Samudra dan Rudi Maryono adalah dua pelaku perampokan. Keduanya merampok sebuah milik Suyud Purwadi di Solo, hari Sabtu (26/6/2010) lalu. Saat kejadian, rumah korban hanya ada penjaga. Kepada penjaga tersebut, kedua pelaku mengaku mendapat order dari pemilik rumah untuk memperbaiki kamar mandi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun saat sedang beraksi, Suyud tiba di rumah. Kedua pelaku berusaha lari dengan membacok pemilik rumah. Rudy tertangkap warga yang mendengar teriakan korban, sedangkan Rio berhasil kabur. Rio ditangkap polisi di rumah Budi Andriyanto di Yogyakarta. Budi ditengarai sebagai penadah hasil-hasil curian. Ketiganya saat ini ditahan di Mapoltabes Surakarta.
Dari penangkapan terhadap Rio dan Rudy, polisi menemukan sejumlah alat yang biasa digunakan untuk melakukan perampokan. Selain itu juga menemukan dua kartu pers atas nama Rio dan Rudy. Desain, warna, maupun alamat redaksinya sama, namun nama medianya berbeda.
Rudi Maryono mengaku mendapatkan kartu pers palsu itu beberapa tahun silam di Jakarta. Dia memperoleh kartu pers palsu itu dengan membayar uang Rp 30 ribu sebagai pengganti ongkos cetak.
Sejauh ini dia mengaku belum pernah memanfaatkan kartu pers palsu tersebut untuk pemerasan. Kartu tersebut, katanya, hanya digunakan untuk berjaga-jaga setiap melakukan aksi kriminal. "Saya keluarkan kartu tersebut kalau dalam kondisi terjepit," kata dia di Mapoltabes Surakarta, Kamis (1/7/2010).
Sejauh ini, kepada polisi mereka mengaku mengaku baru pertama kali melakukan pencurian. Namun dari penuturannya bahwa menggunakan kartu pers palsu jika terjepit, itu berarti dia telah berkali-kali melakukan tindak pidana pencurian.
Kapoltabes Surakarta, Kombes (Pol) Nana Sudjana menyatakan masih akan terus menelurusi kemungkinan aksi kriminal lain yang dilakukan kedua orang tersebut termasuk aksi pemerasan dengan mengaku wartawan.
(mbr/anw)











































