Panitia Pembukaan Cocokkan Waktu dengan Madinah

Muktamar Satu Abad Muhammadiyah

Panitia Pembukaan Cocokkan Waktu dengan Madinah

- detikNews
Kamis, 01 Jul 2010 14:53 WIB
 Panitia Pembukaan Cocokkan Waktu dengan Madinah
Yogyakarta - Muktamar ke-46 sekaligus peringatan Satu Abad Muhammadiyah akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari Madinah. Panitia pelaksana pembukaan muktamar pun sibuk mencocokkan waktu dengan Presiden SBY yang tengah berada di Madinah untuk menjalankan umroh.

"Gladi bersih ini kita lakukan sekaligus untuk mencocokkan waktu dengan Madinah, karena rombongan presiden berada di sana, sehingga acara bisa tepat waktu," ungkap Ketua Seksi Pembukaan Muktamar, Herman Dodi kepada wartawan di sela-sela acara gladi bersih di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Kamis (1/7/2010).

Menurut Dodi, waktu pembukaan sesuai jadwal hari Sabtu tanggal 3 Juli 2010 tepat pukul 09.58 WIB. Oleh karena itu peserta muktamar, pengembira, maupun pengisi acara sudah siap sebelum waktu tersebut di Stadion Mandala Krida.

Dari gladi bersih ini, panitia mengetahui terjadi perbedaan waktu antara Madinah dengan di Indonesia lebih kurang 4 jam. Acara pembukaan akan dilakukan setelah presiden bersama rombongan seusai ibadah umroh dari hotel tempat menginap. "Dari evaluasi panitia, bukan pukul 10.00 tapi pukul 09.58 WIB," katanya.

Untuk keperluan teleconference, PT Telkom Indonesia telah menyiapkan 2 satelit agar acara berjalan lancar. Semua peralatan sudah standby di lokasi acara pembukaan. Saat ini semua peralatan sudah siap digunakan, baik untuk audio maupun visual. "Saat kita ujicoba, semuanya dapat diterima dengan sangat jelas dan baik," katanya.

Dodi menambahkan semua personel pendukung acara pembukaan sampai saat ini terus berlatih di lokasi sehingga acara dapat berjalan lancar. Ribuan personel yang akan tampil dalam acara pembukaan maupun malam tasyakuran adalah kader Muhammadiyah dari DIY dan sekitarnya. Mereka berasal dari berbagai perguruan Muhammadiyah dari SD hingga perguruan tinggi, anggota pencak silat Tapak Suci sebanyak 1.600 personel, Hizbul Wathan sebanyak 700 personel, anggota marching band sebanyak 300 personel, paduan suara sebanyak 400 personel dan lain sebagainya.

"Hasil evaluasi sementara dari gladi resik hari ini maupun gladi kotor kemarin sudah terlihat kita sudah hampir 98 persen. Panggung, listrik dari genset maupun perlengkapan lainnya sudah siap. Koordinasi antar-bidang di lapangan juga sudah berjalan lancar," papar dia.

(bgs/anw)


Berita Terkait