"Tidak ada masalah. Hubungan Muhammadiyah dengan pemerintah tetap baik," kata Din Syamsuddin saat memberikan pidato pembukaan Sidang Tanwir Muhammadiyah di gedung Asri Medical Center (AMC) di Jalan Cokroaminoto, Yogyakarta, Kamis (1/7/2010).
Din menegaskan hubungan dengan pemerintah atau negara tetap proporsional. Sampai saat ini Muhammadiyah tetap kritis dan konsen pada segala masalah berkaitan dengan kehidupan kebangsaan dan kenegaraan. Muhammadiyah hendaknya jangan sampai kehilangan daya kritis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya Muhammadiyah juga tidak mempermasalahkan acara pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-46 dan peringatan Satu Abad Muhammadiyah oleh Presiden SBY melalui teleconference dari Madinah setelah menunaikan ibadah umroh.
Din kemudian bercerita mengenai pertemuan dengan Menteri Agama Suryadharma Ali yang dibumbui dengan guyonan santai. Menag sempat menanyakan kepada Din, bagiamana teknis acara pembukaan muktamar nanti. Sebab pada acara-acara muktamar sebelumnya presiden membuka setelah pidato dilanjutkan dengan memukul beduk.
"Apa nanti presiden dari sana juga akan memukul beduk," kata Din menirukan ucapan Surya Dharma Ali.
Din pun lantas menjawab bila pembukaan memang tidak memakai beduk. Pembukaan cukup dengan pidato dan tanda peresmian acara dibuka. "Tapi bukan dengan mengucapkan 'labbaik'," seloroh Din.
(bgs/anw)











































