"Saya kira kalau ada proses ketidaksukaan, cover dan isinya bisa ke Dewan Pers. Bantahan produk pers kan bisa komplain ke Dewan Pers," ujar Ketua AJI Nezar Patria, Rabu (30/6/2010).
Nezar menilai, cover Tempo bergambar celengan babi yang dipersoalkan Polri multitafsir. Sedangkan isi dari Tempo jika dinilai merugikan, Polri bisa menunjukkan pembanding ke Dewan Pers.
"Ini tafsir Polri yang sensitif, covernya dinilai sebagai ledekan. Reaksi Polri berlebihan," kata Nezar.
Polri, lanjut Nezar, juga sudah pernah berurusan dengan pers. Hal ini bisa dilihat dari perseteruan dengan TVOne dalam kasus markus palsu beberapa waktu lalu.
"Mabes tidak mengajukan ke pengadilan tapi ke Dewan Pers. Itu langkah yang bagus dan mendapat apresiasi dari semua orang," imbuhnya.
Sebelum ke Dewan Pers, Polri juga dianjurkan menggunakan hak jawabnya kepada Tempo. "Gunakan hak jawab dulu, jika merasa tidak dilayani dengan semestinya dengan Tempo baru bisa langsung ke Dewan Pers," tutup Nezar.
(nik/ndr)











































