Demo sebagian besar diikuti oleh ibu-ibu. Mereka berorasi meminta Foke segera mengangkat mereka menjadi PNS.
"Kalau bukan guru siapa yang membuat orang jadi pintar? Tapi peran aktif kita tidak pernah dipikirkan oleh Pemprov DKI. Kita minta jadi PNS itu harga mati," ujar Ketua Forum Komunikasi Guru Bantu DKI Jakarta Syarifah Eviana dalam orasinya, Rabu (30/6/2010).
Syarifah menuturkan, saat ini di DKI ada 6.852 guru bantu yang nasibnya masih belum jelas. Sejak tahun 2005 tidak ada pengangkatan guru bantu menjadi PNS.
"Kami cuma butuh komitmen dari Gubernur DKI terkait pengangkatan kami. Paling tidak kami diberi kejelasan kapan diangkat," kata wanita yang juga menjadi guru TK Panca Putra di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur itu.
Pendemo membawa spanduk bertuliskan 'Angkat Guru Bantu Menjadi PNS' dan 'PNS Harga Mati untuk Guru Bantu'. Mereka terlihat duduk-duduk.
Demo guru bantu itu tidak membuat macet jalan dari Kedubes AS hingga Thamrin dan sebaliknya. Meski demikian, puluhan polisi tetap berjaga-jaga.
Saat ditanya mengapa demo ke Pemprov DKI bukan Kemendiknas, Syarifah menuturkan, dalam Peraturan Pemerintah No 48/2005 pengangkatan tenaga honorer diserahkan ke Pemda masing-masing.
"Jadi kami demonya ke Pak Fauzi Bowo. Pemprov juga tidak mengangkat guru bantu sejak tahun 2005," imbuh dia.
(nik/fay)










































