"Saya kira dari segi konsep usulan itu baik, apalagi kalau usulan itu didukung pula oleh anggota DPR yang ada di daerah karena mereka lebih punya hubungan emosional dengan kepentingan publik di daerah. Harus ada model representasinya, kalau tidak ini akan terindikasi sebagai pemborosan," kata Koordinator Bidang Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ibrahim Fahmi Badoh, kepada detikcom Rabu (30/6/2010).
Fahmi mengakui memang akan terjadi kesulitan untuk menilai apakah program dana desa itu akan berjalan efektif atau tidak. Karena menurutnya, saat ini DPD belum memiliki daya tawar terhadap keputusan parlemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahmi mengatakan mungkin saja jika dana desa ini nantinya rawan disalahgunakan. Apalagi posisi DPD saat ini menurutnya tidak terlalu dilihat oleh publik.
"Oh iya (dana disalahgunakan), ada kerawanan dan kebocoran yang cukup besar. Karena DPD nggak punya bergaining politics di tingkat masyarakat dibandingkan dengan DPR," tutup dia.
(lia/fay)











































