"Kalau ikut pemilu, dia bisa berpihak dan dimanfaatkan kepentingan politik, dan ini berpotensi menimbulkan perpecahan," kata Agum Gumelar.
Hal itu dia katakan di sela-sela acara 'Seminar Nasional Pembangunan Kawasan Perbatasan' yang diselenggarakan Lemhanas di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (30/6/2010).
Agum menjelaskan, prajurit TNI adalah alat negara untuk mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagai pengaman seluruh masyarakat, sudah selayaknya TNI netral dalam politik.
"TNI tidak bisa berpihak," tegas Agum lagi.
(lrn/nwk)











































