Agum: Jika Ikut Pemilu, TNI Bisa Berpihak dan Timbulkan Perpecahan

Agum: Jika Ikut Pemilu, TNI Bisa Berpihak dan Timbulkan Perpecahan

- detikNews
Rabu, 30 Jun 2010 10:27 WIB
Agum: Jika Ikut Pemilu, TNI Bisa Berpihak dan Timbulkan Perpecahan
Jakarta - Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasiona (Lemhanas) Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar tidak setuju dengan wacana pengembalian hak pilih Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pemilu. Menurutnya, hal itu bertentangan dengan prinsip netralitas TNI.

"Kalau ikut pemilu, dia bisa berpihak dan dimanfaatkan kepentingan politik, dan ini berpotensi menimbulkan perpecahan," kata Agum Gumelar.

Hal itu dia katakan  di sela-sela acara 'Seminar Nasional Pembangunan Kawasan Perbatasan' yang diselenggarakan Lemhanas di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (30/6/2010).

Agum menjelaskan, prajurit TNI adalah alat negara untuk mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagai pengaman seluruh masyarakat, sudah selayaknya TNI netral dalam politik.

"TNI tidak bisa berpihak," tegas Agum lagi.

(lrn/nwk)


Berita Terkait