BJ Habibie: Cinta Telah Mematri Ainun dengan Saya

40 Hari Wafatnya Ibu Ainun

BJ Habibie: Cinta Telah Mematri Ainun dengan Saya

- detikNews
Rabu, 30 Jun 2010 02:12 WIB
 BJ Habibie: Cinta Telah Mematri Ainun dengan Saya
Jakarta - "Dan dalam kesempatan itu, love dalam arti yang luas yang suci, sejati, murni, sempurna, dan abadi itu telah mematri kamu dengan saya menjadi satu dalam segala-galanya,"

Itulah nukilan kalimat yang terucap dari bibir mantan Presiden RI ke-3 BJ Habibie saat mengenang kisah cintanya dengan almarhumah Ibu Hasri Ainun Habibie. Sebuah kisah cinta dan kesetiaan yang dikagumi oleh banyak orang.

Dalam acara peringatan 40 hari meninggalnya Ibu Ainun itu, Habibie tampak bergelora menceritakan kembali 48 tahun kebersamaannya dengan sang istri. Karena telah terpatri, Habibie menyebut antara dirinya dengan Ainun ditakdirkan menjadi manunggal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menjadi manunggal dalam rohnya, manunggal dalam jiwanya," tutur Habibie di depan seribuan jamaah doa, tahlil dan tausiah, yang di antaranya hadir Wakil Presiden (Wapres) Boediono dan mantan Wapres Jusuf Kalla, Selasa (29/6/2010) malam.

Saat menyampaikan kenangannya bersama almarhumah di kediamannya, Jl Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, itu, Habibie didampingi oleh putranya, Ilham Habibie. Seluruh peserta pengajian tampak menyimak dengan takzim.

Habibie berkeyakinan, meski istri yang sangat dicintainya telah tiada, bukan berarti ia kini kehilangan. Ia merasa Ainun hadir setiap saat di dalam dirinya.

"Oleh karena itu doa saya saya restructure. Ya Allah, lindungilah Ainun, di manapun dia berada. Tempatkanlah Ainun di sisi-Mu, dan berikan Ainun kekuatan, kesabaran, ketentraman, pertolongan dan kenikmatan di sisi-Mu, ya, Allah," pinta Habibie.

Habibie juga berdoa diberi kekuatan untuk melaksanakan hal-hal yang belum dapat terwujud dalam sisa kehidupannya ini.

"Jika saat tiba waktunya saya sudah bisa melaksanakan itu semua, dan Engkau berpendapat saya boleh pulang, pulangkanlah ke rumah saya. Rumah saya adalah di tempat di mana Ainun sudah mendahuluinya," kata pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936, ini.

Ainun dipersunting Habibie pada 12 Mei 1962. Dari pernikahan itu, pasangan ini dikaruniai 2 orang anak yaitu Ilham dan Thareq Kemal, serta enam orang cucu. Ainun meninggal dalam usia 72 tahun pada Sabtu (23/5/2010) di Rumah Sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro`hadern, Munich, Jerman.
Selanjutnya, jenazah dimakamkan pada 25 Mei di TMPN Kalibata, Jakata selatan.

(irw/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini