Vladimir Putin Berharap Hubungan AS-Rusia Tetap Baik

10 WN Rusia Ditangkap di AS

Vladimir Putin Berharap Hubungan AS-Rusia Tetap Baik

- detikNews
Rabu, 30 Jun 2010 01:28 WIB
Vladimir Putin Berharap Hubungan AS-Rusia Tetap Baik
Moscow - Otoritas Amerika Serikat telah menangkap 10 orang yang diduga melakukan aktivitas mata-mata untuk Rusia. Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin berharap, tertangkapnya 10 warganya tersebut tidak mengganggu hubungan baik kedua negara.

Kepada mantan Presiden AS Bill Clinton, seperti dilansir BBC, Rabu (30/6/2010), Putin mengatakan agar capaian-capaian positi yang dalam bebrapa tahun terakhir telah diraih agar dipertahankan.

Sebelumnya, pejabat Departemen Luar Negeri Rusia menyatakan tuduhan bahwa Moskow menjalankan jaringan mata-mata di Amerika Serikat tidak berdasar. Tuduhan mata-mata itu menghambat upaya Presiden Barack Obama untuk memulihkan hubungan dengan Moskow, tambah pejabat itu. Tanggapan tersebut muncul satu hari setelah 10 orang ditangkap di Amerika Serikat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka dituduh melakukan konspirasi untuk bertindak sebagai agen gelap pemerintah asing dan menghadapi ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Sembilan dari mereka yang ditahan juga menghadapi dakwaan pemutihan uang.

Penjelasan Washington

Pernyataan Departemen Luar Negeri Rusia yang dikeluarkan hari Selasa itu menyanggah tuduhan dengan menyebutkan: "Menurut kami, tuduhan itu tidak berdasar dan tidak semestinya."

Pernyataan itu juga menyebutkan: "Kejadian ini sangat disayangkan mengingat membaiknya hubungan Rusia-Amerika yang baru diumumkan oleh pemerintah Amerika sendiri."

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengatakan Moskow mengharapkan Washington memberikan penjelasan terkait penahanan itu.

Komentar Lavrov berpandangan penangkapan itu merupakan upaya seseorang atau satu kelompok dalam pemerintah Amerika untuk merongrong membaiknya hubungan antara Moskow dan Washington, kata wartawan BBC di Moskow, Rupert Wingfield-Hayes.

Minggu lalu, Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengunjungi Washington untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Obama dan sempat makan siang bersama.
(anw/lia)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini