Menurut SBY, konflik Palestina bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak setiap saat dan memperluas konflik berdarah. "Serangan baru-baru ini terhadap Mavi Marmara menjadi ilustrasi yang sangat bahaya. Kami berduka terhadap Turki karena 12 warga Turki meninggal dalam serangan itu," kata SBY saat berpidato di depan parlemen Turki, di Gedung Parlemen Turki, Ankara, Selasa (29/6/2010).
Di dalam kapal itu, kata SBY, terdapat juga 12 warga Indonesia. "Ini menunjukkan simpati dari Indonesia untuk penderitaan rakyat Palestina dan mendukung Turki untuk membantu negara tetangga yang tertindas," terang SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengutuk tindak agresi Israel. Dan demi keadilan, harus ada penyelidikan yang tidak memihak dan transparan atas serangan itu. Dan Israel harus membuka blokade jalur Gaza yang telah memicu krisis kemanusiaan," kata SBY.
SBY juga menyampaikan sejumlah sikapnya demi Palestina yang lebih baik. Indonesia akan mendukung upaya-upaya untuk kedaulatan dan kemerdekaan Palestina, termasuk dalam program-program pelatihan terhadap pejabat dan warga Palestina.
(asy/asy)











































