"Lantas dan Serse yang paling basah, rawan penyimpangan," ujar Kepala Divisi Litbang Kontras, Papang Hidayat dalam jumpa pers Kontras-LBH Jakarta-Walhi menyambut hari Bhayangkara di Kantor Kontras, Jl Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (29/6/2010).
Papang menjelaskan salah satu penyebab maraknya praktek suap adalah kesejahteraan polisi yang kurang. Gaji pokok bintara Polri hanya Rp 1,2 juta -2 juta, perwira pertama Rp 1,5 juta- 2,4 juta, perwira menengah hanya 2,6 jutaan dan perwira tinggi berkisar Rp 3 jutaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Papang menilai salah satu cara untuk merubah hal ini adalah renumerasi. Tapi ini bukan solusi utama, pengawasan internal jauh lebih dibutuhkan.
"Renumerasi bukan satu-satunya solusi," bebernya.
(rdf/ndr)











































