DTKJ: Tarif Boleh Naik Tapi Jaringan Feeder Harus Diperluas

Tarif Bus TransJ Jadi Rp 5 Ribu

DTKJ: Tarif Boleh Naik Tapi Jaringan Feeder Harus Diperluas

- detikNews
Selasa, 29 Jun 2010 15:50 WIB
DTKJ: Tarif Boleh Naik Tapi Jaringan Feeder Harus Diperluas
Jakarta - Kenaikan tarif bus TransJakarta dan penghapusan tarif murah pada pagi hari mendapat lampu hijau dari politisi Kebon Sirih. Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta pun dituntut memperbaiki layanan.

"Silakan naik asal pelayanan diperbaiki dalam hal ini jaringan atau feeder untuk bus TransJ," ujar Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azas Tigor Nainggolan saat dihubungi detikcom, Selasa (29/6/2010).

Menurut Tigor, tarif Rp 3.500 untuk bus TransJakarta memang tergolong murah, tapi tidak adanya feeder membuat pengguna harus merogoh kocek lebih dalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Murah, tapi karena harus ngojek dulu, naik mikrolet dulu sebelum naik busway jatuhnya jadi mahal. Makanya tarif naik boleh tapi feeder harus dibuat," tuturnya.

Tigor pun mengusulkan agar dilakukan kajian terkait rencana tersebut. Kajian yang dimaksudkan Tigor selain soal feeder, juga perlu ada pembenahan sistem tiket.

"Kalau di Eropa tiket itu berlaku per jam, sedangkan di Jepang itu berlaku per zona. Nah TransJ itu mau pakai sistem apa? Ini harus jelas juga," paparnya.

Tigor pun meminta agar DPRD dan BLU TransJ melakukan kajian mendalam rencana kenaikan tarif tersebut. "Kalau tarif murah dihapuskan kita sepakat, tapi kalau tarif naik perlu kajian dan DTKJ perlu terlibat di dalamnya," tandasnya.

(her/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads