Amien Rais: Pemerintah Pernah Intervensi Muhammadiyah

Amien Rais: Pemerintah Pernah Intervensi Muhammadiyah

- detikNews
Selasa, 29 Jun 2010 13:57 WIB
Amien Rais: Pemerintah Pernah Intervensi Muhammadiyah
Yogyakarta - Saat ini pihak eksternal ataupun pemerintah sulit melakukan intervensi terhadap Muhammadiyah. Namun pemerintah pernah melakukan intervensi terhadap Muhammadiyah.

Intervensi pemerintah ini terjadi menjelang pelaksanaan muktamar di Aceh tahun 1995 zaman rezim Soeharto, saat Amien Rais terpilih sebagai ketua umum.

"Kalau sekarang kayaknya agak sulit untukdi intervensi. Tapi intervensi dari pemerintah itu pernah ada waktu muktamar di Aceh," ungkap mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amien Rais saat dialog publik 'Kepemimpinan Muhammadiyah & Kepentingan Politik' yang diselenggarakan LP3M Muhammadiyah di Asri Medical Center (AMC) di Jalan HOS Cokroaminoto, Yogyakarta, Selasa (29/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Amien saat itu hubungan antara Presiden Soeharto dengan Muhammadiyah
dalam tegangan tinggi. Amien waktu itu gencar-gencarnya melontarkan isu suksesi sehingga membuat Soeharto tidak suka.

Dengan demikian ada upaya untuk mempengaruhi peserta agar tidak memilih Amien. Soeharto juga tidak tinggal diam. Meski ada rasa tidak suka dan berburuk sangka terhadap Muhammadiyah, atas saran beberapa orang Soeherto tetap datang membuka muktamar.

"Alhamdulilah, 98,5 persen muktamirin memilih saya waktu itu," jawab Amien bangga.

Amien mengatakan Muhammadiyah itu ibarat seperti lebah. Bila tidak diganggu akan memberikan madu yang manis dan enak. Namun bila diganggu akan menyengat. Namun dia juga meminta agar Muhammadiyah untuk tidak bersikap arogan atau sombong.

"Saya yakin tidak bisa diintervensi. Hal itu juga saya dengan sendiri dari Pak Rosyad Saleh dan mudah-mudahan tidak ada," kata dia.

Namun Amien juga tidak bersedia menjelaskan siapa di antaranya nama-nama yang masuk ke panitia muktamar itu punya peluang menjadi ketua umum. Menurutnya semua calon berpeluang untuk masuk dalam 13 nama pimpinan Muhammadiyah. Sebab pimpinan Muhammadiyah itu kolektif dan ketua umum akan dipilih dari 13 nama yang ada.

"Yang penting seorang tokoh Muhammadiyah itu bisa menjalin hubungan pemerintah atau tokoh politik. Mereka harus canggih, sebab itu gampang-gampang susah. Muhammadiyah jangan jadi orang pinggiran. Muhammadiyah harus membuka jendela sehingga bisa menjangkau semua anak bangsa," pungkas Amien.

(bgs/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads