"Itu hanya strategi pemasaran (Tempo) saja," katanya di kantornya Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (29/6/2010).
Namun Edward tidak mau menjelaskan apa yang dimaksud dengan strategi pemasaran. Namun karena diborong dan banyak dicari orang, majalah Tempo edisi terbaru itu akhirnya dicetak ulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di Pasar Senen, seorang pria berpistol juga memborong 1.200 eksemplar majalah yang sama. Majalah-majalah itu dimasukkan ke dalam bajaj.
(ken/ndr)










































