Arief Rahman: Tes Masuk SD Boleh, Tapi Jangan untuk Seleksi Siswa

Arief Rahman: Tes Masuk SD Boleh, Tapi Jangan untuk Seleksi Siswa

- detikNews
Selasa, 29 Jun 2010 11:57 WIB
Arief Rahman: Tes Masuk SD Boleh, Tapi Jangan untuk Seleksi Siswa
Jakarta - Pengamat pendidikan Arief Rahman setuju dengan pelarangan tes masuk bagi siswa yang akan masuk Sekolah Dasar (SD). Tes bisa dilaksanakan hanya untuk pemetaan intelegensi siswa.

"Tes bukan untuk menyeleksi itu tidak apa-apa, ya untuk melihat pemetaan dan kemampuan intelegensi boleh," kata Arief saat dihubungi detikcom, Selasa (29/6/2010).

Dia menjelaskan, yang menjadi persoalan mungkin bagi SD favorit. Misalnya mereka hanya memiliki 60 kursi, sedangkan yang melamar 200 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk itu bisa dipakai dengan cara siapa yang mendaftar lebih dahulu itu lebih objektif. Sekolah favorit itu tentu ingin dapat siswa yang unggul, tapi itu bertentangan dengan prinsip education for all, semua anak berhak mendapatkan pendidikan yang baik ," tuturnya.

Bagi seorang siswa SD, yang terpenting adalah kesiapan dan kemampuan untuk belajar. Dan kesiapan itu tidak dites dari kemampuan membaca, tapi dari minat.

"Tes bagi siswa untuk masuk SD akan berdampak negatif bagi pendidikan di TK. Nanti di sekolah tingkat TK akan diajari matematika, membaca dengan dipaksakan. Padahal semestinya anak TK harus belajar dengan menyenangkan," imbuhnya.

Sedangkan untuk persoalan SD favorit yang kerap melakukan tes masuk, maka jalan keluarnya adalah dengan menjadikan semua SD sebagai sekolah unggulan. Sehingga tidak terjadi rebutan masuk ke sekolah tertentu. Ini menjadi tugas pemerintah untu mewujudkannya.

"Semua SD harus unggul, harus jadi SD favorit, dengan meningkatkan pelayanan dan pembelajaran," tutupnya.

(ndr/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini