"Tes bukan untuk menyeleksi itu tidak apa-apa, ya untuk melihat pemetaan dan kemampuan intelegensi boleh," kata Arief saat dihubungi detikcom, Selasa (29/6/2010).
Dia menjelaskan, yang menjadi persoalan mungkin bagi SD favorit. Misalnya mereka hanya memiliki 60 kursi, sedangkan yang melamar 200 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi seorang siswa SD, yang terpenting adalah kesiapan dan kemampuan untuk belajar. Dan kesiapan itu tidak dites dari kemampuan membaca, tapi dari minat.
"Tes bagi siswa untuk masuk SD akan berdampak negatif bagi pendidikan di TK. Nanti di sekolah tingkat TK akan diajari matematika, membaca dengan dipaksakan. Padahal semestinya anak TK harus belajar dengan menyenangkan," imbuhnya.
Sedangkan untuk persoalan SD favorit yang kerap melakukan tes masuk, maka jalan keluarnya adalah dengan menjadikan semua SD sebagai sekolah unggulan. Sehingga tidak terjadi rebutan masuk ke sekolah tertentu. Ini menjadi tugas pemerintah untu mewujudkannya.
"Semua SD harus unggul, harus jadi SD favorit, dengan meningkatkan pelayanan dan pembelajaran," tutupnya.
(ndr/lh)










































