Penculik Membunuh karena Takut dan Panik

Penculik Membunuh karena Takut dan Panik

- detikNews
Selasa, 29 Jun 2010 10:39 WIB
Jakarta - Penculikan yang disertai pembunuhan dilatarbelakangi oleh kondisi psikologi penculik. Penculik bisa membunuh karena ketakutan atau kepanikan yang luar biasa.

"Dalam situasi panik dan ketakutan yang luar biasa, penculik tidak bisa berpikir normal. Bisa takut karena sedang dicari pihak kepolisian, setelah uang tebusan tidak ditanggapi," kata kriminolog dari Universitas Indonesia, Erlangga Masdiana, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (29/6/2010).

Dia menjelaskan dalam kondisi psikologis yang tidak normal, setiap orang bisa melakukan dua tindakan yakni, asosial dan antisosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Asosial itu tidak mau berkomunikasi, bergaul. Sementara antisosial itu dengan melakukan kekerasan, pembunuhan, vandalisme, dan perlakuan ekstrim yang merugikan orang lain," kata Erlangga

Selain faktor psikologis, jelas Erlangga, penculikan yang disertai dengan pembunuhan juga dipengaruhi faktor sosiologis. Di masyarakat Indonesia, nilai-nilai sosial lewat hubungan kekerabatan kian pudar.

"Dari masyarakat paguyuban menjadi masyarakat individualis," jelasnya.

(lrn/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads