"Dalam situasi panik dan ketakutan yang luar biasa, penculik tidak bisa berpikir normal. Bisa takut karena sedang dicari pihak kepolisian, setelah uang tebusan tidak ditanggapi," kata kriminolog dari Universitas Indonesia, Erlangga Masdiana, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (29/6/2010).
Dia menjelaskan dalam kondisi psikologis yang tidak normal, setiap orang bisa melakukan dua tindakan yakni, asosial dan antisosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain faktor psikologis, jelas Erlangga, penculikan yang disertai dengan pembunuhan juga dipengaruhi faktor sosiologis. Di masyarakat Indonesia, nilai-nilai sosial lewat hubungan kekerabatan kian pudar.
"Dari masyarakat paguyuban menjadi masyarakat individualis," jelasnya.
(lrn/fay)











































