"Ini akan membuat image negatif buat polisi atau siapapun yang melakukan itu. Karena itu akan nampak sebagai seseorang yang panik, ketakutan dan tujuan akhirnya untuk mengerem informasi justru tidak berhasil," ujar pengamat komunikasi Ade Armando kepada detikcom, Senin (27/6/2010).
Menurut Ade, langkah yang dilakukan oknum kepolisian, sangatlah tidak efektif untuk menghentikan penyebaran informasi. Masyarakat justru akan semakin penasaran dengan hal tersebut dan jika memungkinkan bisa saja diperbanyak dengan cara lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ade menambahkan, kalau yang dilakukan oknum polisi tersebut jelas salah di era demokrasi. Sebagai perbandingan, kata Ade, kalau zaman orde baru dilakukan dengan tindakan represif maka kini dengan lakukan pemborongan.
"Apa yang dilakukan sekarang merupakan penyadaran tidak bisa digunakannya metode represif seperti zaman orba. Tujuannya agar informasi tersebut tidak menyebar," tambahnya.
(ddt/mok)











































