Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar mengaku telah mengantongi identitas yang diduga pelaku penculikan.
"Memang ada beberapa nama yang dicurigai berdasar keterangan pihak keluarga korban," kata Boy kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (28/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
10 Juni lalu, Viktor pamit ke istrinya, Selvi Magdalena (24) untuk meeting di Pamulang, Tangerang. Viktor janji untuk ketemu dengan seorang kliennya berinisial 'D'.
"Janjiannya di Carrefour, Pamulang," ujar sumber.
Sekitar pukul 22.00 WIB, Viktor lalu berangkat dari rumahnya di Jalan Raya Kuta Bumi Blok CD RT 04 RW 06 Kota Baru, Tangerang. Sebelum pergi ke Carrefour Pamulang, korban sempat menghubungi seorang pria berinisial 'J'
"Ke 'J', dia nanyain lokasi Carefour Pamulang itu sebelah mana," tutur sumber.
Namun, sejak malam itu, Viktor tidak kembali pulang. "Kontak terakhir itu dengan 'J' itu," katanya.
Sumber itu sendiri belum bisa memastikan apakah 'J' ikut terlibat dalam drama penculikan tersebut. "Itu (keterlibatan) kita belum tahu," katanya.
Hingga 14 Juni, pihak keluarga korban mendapat pesan singkat yang bernada mengancam dan meminta tebusan. Karena tidak juga dipenuhi keinginannya, pelaku lalu mengirimkan pesan yang sama ke ayah korban, Darmapana Wibowo dari nomor yang berbeda.
Sementara itu, Boy memastikan, pelaku penculikan korban lebih dari dua orang. "Yang pasti pelakunya bisa lebih dari dua orang," katanya.
Hingga kini, pelaku penculikan dan pembunuhan Viktor belum terendus. Sementara korban sendiri dihabisi nyawanya dengan kondisi kedua kaki termutilasi. Korban bertato naga di bagian punggung itu lalu ditemukan di pinggir tol di daerah Karawang, Jawa Barat pada Jumat 25 Juni sore.
(mei/nwk)











































