Demikian disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Gories Mere di sela menggelar pertemuan dengan Badan Narkotika se-ASEAN di Hotel Melia, Nusa Dua, Bali, Senin (28/6/2010).
Pertemuan ini diprakarsai oleh BNN dan Badan Narkotika Republik Korea Selatan. Hadir dalam pertemuan tersebut badan narkotika di kawasan ASEAN, di antaranya Philipina, Malaysia, Vietnam, Laos dan Kamboja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Di Iran, harga sabu-sabu hanya Rp 100 juta per kilogram, sedangkan di Indonesia bisa sampai Rp 2 miliar per kilogram. Jadi keuntungannya mencapai 2 ribu persen,” ungkap Gories.
Meningkatnya pengguna narkoba di Indonesia juga ditopang oleh banyaknya pabrik sabu-sabu yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, terutama Jawa dan Kalimantan.
(gds/nwk)










































