"Orangnya pakai kaos dan celana jeans, tapi waktu jongkok kelihatan pistolnya," kata seorang loper kios koran di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (28/6/2010).
Pemuda berbadan gempal itu tidak dapat memastikan apakah pria berpistol tersebut adalah anggota polisi. Baik postur tubuh, pakaian dan potongan rambut, menurutnya tidak ada yang mencolok dibanding pria lain pada umumnya.
"Lagipula dia datangnya subuh-subuh, masih remang-remang. Dia beli 1.200 eksemplar dan langsung dinaikan ke bajaj, dibayar cash," ujar loper yang mengaku menjual seluruh stok majalah Tempo yang dia punya.
(lh/fay)











































