Kepala Satuan Reskrim Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Nico Afinta saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. "Tapi berapa-berapanya, saya tidak tahu pasti," kata Nico saat dihubungi, Senin (28/6/2010).
Viktor diculik pada 10 Juni lalu. Saat itu, dia meninggalkan rumahnya di Jalan Raya Kuta Bumi Blok CD RT 04 RW 06 Kota Baru, Tangerang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pada 14 Juni, Darmapana mendapatkan pesan singkat yang berisi ancaman. Kepada Darmapana, pelaku meminta tebusan sebesar Rp 300 juta jika mau anaknya selamat.
Sumber detikcom di Kepolisian mengatakan, saat itu Darmapana tidak menggubris permintaan pelaku. Hingga pada 16 Juni, sebuah pesan singkat yang sama dari nomor berbeda, kembali meminta tebusan pada Darmapana.
"Dia (Darmapana) baru kirim Rp 50 juta," katanya.
Pelaku meminta uang tersebut dikirim ke rekening seseorang bernama Siti Khodijah di Bank Muamalat. Polisi kemudian menelusuri keberadaan pelaku. Namun, saat di cek ke alamat yang tertera di rekening tersebut, alamat tersebut fiktif.
"Mungkin waktu bikin rekening, dia pakai KTP palsu," kata sumber.
Setelah 15 hari, korban tidak diketahui keberadaannya. Hingga pada Jumat 25 Juni sore, korban ditemukan di pinggir tol di kawasan Karawang, Jawa Barat. Saat itu, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, kedua kakinya hilang.
Korban baru diketahui sebagai Viktor dari keterangan pihak keluarganya. Di punggung Viktor, terdapat tato bergambar naga, sehingga korban dengan mudah dikenali keluarganya.
(mei/nwk)











































