"Ada aset bermasalah senilai Rp 1,2 triliun," kata anggota BPK Rizal Djalil saat dihubungi detikcom, Senin (28/6/2010).
Laporan itu telah diserahkan ke Kemenkokesra, selaku koordinator untuk Kemendiknas, Kemenpera, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Kemenkes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain soal aset tersebut, BPK juga menemukan hal lain terkait anggaran yang dianggap bermasalah. "Persediaan dan belanja obat Rp 231 miliar tidak
dilakukan stock opname dan disimpan di gudang rekanan," terang Rizal.
Bukan hanya itu saja, masih ada hal lainnya yang dinilai bermasalah. "Belanja hibah Rp 514 miliar dikelola di luar mekanisme APBN," imbuh Rizal.
BPK juga menyoroti perjalanan dinas pejabat Kemenkes yang dinilai tidak tertib. "Pengelolaan perjalanan dinas tidak akuntabel," tutupnya.
(ndr/fay)










































