Agung: Kritik Kepada Nasdem Hanya untuk Ingatkan

Golkar Vs Nasdem

Agung: Kritik Kepada Nasdem Hanya untuk Ingatkan

- detikNews
Minggu, 27 Jun 2010 18:17 WIB
Agung: Kritik Kepada Nasdem Hanya untuk Ingatkan
Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono menilai kritik Sekjen Golkar Idrus Marham kepada Ormas Nasional Demokrat (Nasdem) hanya untuk mengingatkan. Sebab, memang tidak ada hubungan sama sekali antara Nasdem dengan Golkar sebagaimana posisi Soksi, Kosgoro dan MKGR.

"Saya kira, apa yang disampaikan Sekjen Pak Idrus bukan mencerminkan kekhawatiran, tetapi lebih kepada mengklarifikasikan. Kalau Nasdem itu ormas yang bukan produk Partai Golkar," kata Agung kepada wartawan di kediamannya, Jl Cipinang Cipedak, Jakarta, Minggu (27/6/2010).

Menurut Agung, memang dalam pantauan kader Golkar Nasdem akan bermetamorfosa menjadi partai politik. Karena itu, posisi Idrus sebagai sekjen ingin mengingatkan agar orang-orang Nasdem lebih gentle.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apalagi ditengarai dari ormas nantinya akan menjadi partai yang akan menjadi pesaing Golkar. kalau ada yang mengaku-ngaku Nasdem bagian Golkar, ini yang dijelaskan Pak Idrus. Sebab Nasdem beda dengan Soksi, Kosgoro dan MKGR," tegasnya.

Mantan Ketua DPR ini menegaskan kritikan Idrus bukanlah didasari karena ketakutan Golkar atas Nasdem. Tetapi, untuk menjadikan peta semakin jelas dan terang sehingga tidak ada yang ditunggangi.

"Nasdem kita dengar kalau didukung akan jadi partai. Jadi bukan ketakutan atau kebakaran jenggot. Kita tidak takut, dan kita tidak bisa melarang orang bikin ormas. Kita hanya mengklarifikasi untuk kepentingan Golkar soalnya di daerah ada yang terpengaruh Nasdem karena dibilangnya dari Golkar," paparnya.

Agung berharap Surya Paloh dan kader Golkar di Nasdem lebih tegas dalam bersikap agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

"Ada juga pemikiran kalau sudah niat jadi partai yang akan jadi kompetitor Golkar, lebih baik terang terangan saja, gentleman. Kalau sudah jadi partai maka dia harus keluar. Ucapan sekjen itu tidak salah, ia kasih saran saja supaya gentlemen," pungkas Menko Kesra ini.
(ddt/fay)


Berita Terkait