Dilansir kantor berita Reuters, Minggu (27/6/2010), referendum digelar untuk mendukung perubahan konstitusi yang akan mengambil alih kekuasaan dari presiden ke perdana menteri dan membuka jalan bagi pemilihan parlemen pada Oktober mendatang.
Roza Otunbayeva, pemimpin pemerintahan interim yang mengambil alih kekuasaan pasca tergulingnya Presiden Kurmanbek Bakiyev pada April lalu, telah menolak penundan referendum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otunbayeva mengiginkan referendum dipercepat menyusul pecahnya kerusuhan antar etnis di kota Osh dan Jalalabad di negara itu. Akibat kerusuhan antar etnis Uzbek dan Kirgis itu dilaporkan 275 orang tewas. (Rez/Rez)











































