Konsepnya Serupa Barisan Nasional di Malaysia

Konfederasi Parpol

Konsepnya Serupa Barisan Nasional di Malaysia

- detikNews
Sabtu, 26 Jun 2010 20:05 WIB
Jakarta - Komitmen kebersamaan dalam koalisi parpol penyokong pemerintahan SBY-Boediono berakhir setelah pasangan Presiden dan Wapres RI hasil Pilpres 2014 resmi dilantik. Maka menjadi hak PAN membentuk konfederasi sebagai ikthiar mengantisipasi berakhirnya kebersamaan kelak.

"Kita berpikir jangka panjang bagaimana setelah 2014 nanti. Kan belum tentu koalisi ini akan terus bersama-sama nanti setelah 2014," kata Ketua DPP PAN Bima Arya kepada detikcom, Sabtu (26/6/2010).

Dia menjelaskan konsep konfederasi parpol adalah sebagai jalan keluar bagi parpol yang tidak lolos parliamentary (PT) dan electroral threshold (ET) untuk menghadapi Pemilu 2014. Mereka bisa bergabung di wadah yang sama lalu maju menjadi kontestan pemilu di bawah bendera yang sama pula.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi tetap tidak kehilangan karakteristik dan konstituen masing-masing. Jadi suara konstituen yang memilih mereka tidak hilang begitu saja.," jelasnya.

Tapi bukan berarti koalisi yang PAN akan bentuk itu hanya untuk menghadapi Pemilu dan Pilpres 2014 lalu berakhir pada 2019. Melainkan bersifat permanen dan kokoh bertahan bahkan sampai puluhan tahun ke depan karena anggotanya berada dalam ikatan yang lebih kuat dibanding sekedar koalisi.

"Kurang lebih seperti Barisan Nasional di Malaysia itu," jawab Bima ditanya apakah PAN berniat melakukan akuisisi atau merger dengan parpol-parpol yang tidak lolos PT dan ET.
(van/lh)


Berita Terkait