"Kita jajaki wacana konfederasi atau penggabungan parpol yang jauh lebih permanen dan dengan aturan lebih tegas dari Setgab. Kan Setgab pun sampai sekarang belum jelas bagaimana aturan mainnya," ujar Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiharto dalam diskusi "Kebangkrutan Demokrasi Multipartai" di Doekoen Coffee, Pancoran, Jakarta, Sabtu (26/6/2010)
Dia menjelaskan konfederasi merupakan jalan keluar bagi partai-partai kecil apabila kelak wacana peningkatan nilai parliamentary threshold (PT) dan electoral threshold (ET) disahkan dalam revisi paket UU Pemilu. Sebab konsekwensi dari peningkatan nilai PT dan ET adalah berkurang jumlah partai politik yang dapat berlaga di Pemilu 2014 dan mendudukkan kadernya di DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut dikatakannya, sekarang PAN sudah mempersiapkan pelaksaan konfederasi dengan empat parpol kecil untuk menghadapi Pemilu 2014. Tetapi bukan lantas empat parpol tersebut harus merger dengan PAN kelak seusai Pemilu 2014.
"Kita persilahkan parpol tersebut tetap ada, hanya dalam pemilu kita maju satu bendera. Selebihnya kita atur mereka dalam pilkada dan sebagainya," jelas Bima.
(van/lh)










































