Cameron tidak menetapkan jadwal pemulangan serdadu Inggris dari Afghanistan secara ketat. Namun, ia ingin melihat tentaranya pulang sebelum pemilihan umum Inggris tahun 2015.
"Kita tidak bisa berada di sana lagi," kata Cameron di sela-sela pertemuan puncak G-8 di Kanada, Amerika Serikat (AS) seperti dilansir AFP, Sabtu (26/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga pasukan dapat segera dipulangkan," kata dia.
Inggris adalah penyumbang terbesar kedua dengan pasukan internasional di Afghanistan setelah AS. Ada sekitar 10.000 pasukan Inggris di wilayah konflik tersebut. 307 tentara Inggris tewas sejak invasi ke Afghanistan di bawah pimpinan AS tahun 2001.
(irw/irw)










































