Bahkan, sekolah mengusulkan tes urin gratis bagi para muridnya. "Nanti kita mau usul agar kepolisian menyediakan tes urin gratis tiap masuk sekolah," kata Eko Yuianti, guru BK SMK Hang Tuah I, Kelapa Gading, Jakarta Utara di Polda Metro Jaya, Jumat (25/6/2010).
Hal itu, menurut Yulianti, dapat membantu dalam upaya pencegahan narkotika di kalangan remaja. "Nanti kan anak-anak jadi pada nggak pakai narkotika kalau di tes urin terus, karena takut ketahuan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penyuluhan itu, para guru BK dibekali pengetahuan tentang narkotika mulai dari gejala-gejala pengguna narkotika hingga ke penanggulangannya. "Kita tentu sangat senang dengan adanya pembekalan ini," ujar Yulianti.
Sementara itu, Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Anjan P Putra mengatakan, pembekalan guru BK dirasakan sangat penting guna menyentuh langsung ke para siswa. "Karena yang mengetahui bagaimana siswanya kan guru-gurunya itu sendiri," kata Anjan.
Sebagai trainer, dihadirkan dari kepolisian, dokter, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan konsuler yang pernah mengkonsumsi narkotika.
"Kita diberikan konsuler itu agar dia bisa sharing mengenai bagaimana dia mulai terjerumus dalam narkotika hingga bagaimana dia berjuang untuk terbebas dari narkotika," jelasnya.
(mei/irw)
