Semula Johanes menduga kedua anaknya itu diculik. Dia lalu melapor pada Polres Depok pada 23 Juni lalu.
"Tidak ada penculikan, mereka kabur dari rumah bapaknya karena sering dikerasin, dimarah-marahin sama bapaknya," ujar Kasatreskrim Polres Depok Kompol Ade Rahmat, Jumat (25/6/2010).
Menurut Ade, Melki dan Alex menyewa ojek dan naik bus menuju kawasan Jakarta Barat di rumah ibu kandung mereka, Herlin. Herlin sudah bercerai dengan Johanes. Melki dan Alex tinggal di rumah Johanes yang sudah menikah lagi.
Setelah sampai di rumah ibu kandungnya, Melki dan Alex menghubungi Johanes dan mengatakan ada di rumah ibu kandung mereka. Namun Johanes marah-marah dan mengancam kalau Melki dan Alex pulang akan dipukul. Mendengar ancaman ini, Melki dan Alex semakin takut untuk pulang.
Akhirnya keduanya dipulangkan setelah Herlin menonton televisi yang berisi mantan suaminya yang menceritakan dua anaknya diculik. Melihat itu, Herlin telepon polisi dan mendatangi Polres Depok, Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
"Ditanya polisi, mereka ngaku sering dimarahi. Kalau telat bangun dimarahi, makan ditakar. Tapi kalau dipukuli belum pernah, cuma dimarahi yang buat mereka nggak betah di rumah," kata Ade.
Ade melanjutkan, Melki dan Alex kini tinggal bersama Herlin. Keduanya menolak dibawa pulang ke rumah bapaknya.
"Sekarang anaknya sama ibunya lagi. Mediasi itu terserah mereka saja kalau mau mediasi sama Komnas PA," tutupnya.
(nik/fay)











































