"Kalau Aetra keberatan, itu kan pikirannya Aetra. Mereka sanggup tidak memenuhi pasokan air kalau tidak ya silahkan suling," ujar Gubernur DKI jakarta Fauzi Bowo kepada wartawan di Balaikota DKI, Jumat (25/6/2010).
Selama ini PT Pembangunan Jaya Ancol mendapatkan suplai air bersih dari PT Aetra, namun suplai air bersih tersebut tidak mencukupi sehingg Ancol Jaya terpaksa akan melakukan penyulingan air laut menjadi air bersih untuk menutupi kekurangan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebutuhan pasokan air di Ancol sebesar 12.000 m3 per hari untuk mengelola kawasan rekreasi, resort, dan properti. Kebutuhan air ini meningkat 10% setiap tahun. RO adalah alat yang dibangun untuk dapat mengubah air laut menjadi air tawar, sehingga tidak melakukan penyedotan resapan air tanah. Kapasitas RO akan mensuplai 5.000 m3
per hari dan akan dikembangkan sampai 10.000 m3 per hari.
Namun di sisi lain, PT Aetra menilai proyek RO akan menghilangkan subsidi silang untuk masyarakat. Karena selama ini masyarakat kecil bisa menikmati tarif murah karena ada subsidi silang dari pengguna partai besar seperti Ancol. Dampaknya bisa mengarah pada kenaikan tarif. Presiden Direktur PT Aetra, Syahril Japarin pun menyurati Direktur PAM Jaya terkait rencana penyulingan tersebut.
(her/anw)










































