"Kata ibunya punya SIM. Tapi kita akan mengeceknya ke Satpas SIM," ujar Kasubdit Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Johanson Ronald Simamora, Jumat (25/6/2010).
Menurut Johanson, Yohanita mengaku jika SIM Haikal terbakar saat mobil Mercy yang dikemudikan anaknya itu terbakar. Namun polisi tidak menemukan SIM Haikal di lokasi terbakarnya mobil.
"Kemudian katanya SIM Haikal terbakar. Tapi kita sendiri nggak lihat. Dia harus bisa menunjukkan SIM-nya," jelas Johanson.
Johanson menambahkan, Haikal sudah diizinkan pergi oleh Yohanita untuk pergi bersama teman-temannya. Yohanita mengizinkan anaknya itu mengemudikan mobil Mercy.
Β
"Sudah diizinkan pergi. Katanya mau nonton bola dan muter-muter. Biasa namanya anak muda," katanya.
Kondisi Haikal, lanjut Johanson, hingga kini belum bisa diperiksa sebab remaja berusia 17 tahun itu bahunya patah. "Kita nggak bisa memaksakan," tutupnya.
Kecelakaan lalu lintas di jalan protokol itu terjadi sekitar pukul 00.20 WIB. Mobil berwarna biru itu disopiri Haikal dan rekan-rekannya seusia yakni Andrew, Daniel Febrian, dan Syahreza. Ketiga teman Haikal tidak mengalami luka.
Mobil bernopol B 46 BP itu melaju ke arah Blok M. Polisi sebelumnya menduga wanita yang tertabrak mobil Haikal adalah orang tidak waras. Hingga kini jenazah wanita itu masih berada di RSCM.
(nik/fay)











































