Janet adalah salah satu peserta Pekan Olahraga Nasional VI Special Olympics Indonesia. Kejuaran ini digelar di GOR Ragunan, Jakarta Selatan.
"Dia (Janet) terkena down sindrome (keterbelakangan mental). Sampai finish sangat bagus. Mencapai yang tercepat itu kebanggaan tersendiri," kata Eman, salah satu kontingen Jawa Barat di GOR Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (25/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau hanya berdasar profesi, saya banyak pilihan selain mengajar SLB. Tetapi keikhlasan dan sabar yang membuat saya lama," ucap salah satu pengajar SLB asal Sumatera Barat, Farida.
Menurutnya, mengajar anak-anak dengan kemampuan terbatas lebih banyak memperkuat semangat hidup. Banyak keluarga atau anak-anak yang malu
dan minder terhadap kekurangan yang dimiliki.
"Intinya memupuk rasa percaya diri supaya diterima kalangan umum. Banyak keluarga malu mengakui secara terbuka," tukasnya.
Tak heran, Pekan Olahraga Nasional VI Special Olympics Indonesia dihelat hingga 30 Juni mendatang. Berbagai olahraga digelar untuk mengukur kemampuan dan rasa percaya diri anak-anak. Sebut saja cabang atletik, renang, bola basket, dan tenis meja.
"Saya sangat senang. Saya jadi banyak teman," ucap Janet singkat.
(Ari/ken)











































