Dewan Pers Imbau Media Tetap Pada Etika Jurnalistik

Kasus Video Porno Ariel

Dewan Pers Imbau Media Tetap Pada Etika Jurnalistik

- detikNews
Jumat, 25 Jun 2010 12:38 WIB
Jakarta - Dewan pers mengimbau kepada media untuk tidak keluar dari jalur kode etik dalam meliput pemberitaan terkait kasus video porno Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari.

"Pada pertemuan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, kita sudah sampaikan bahwa dalam hal ini fungsi pers jangan sampai bergeser dan seolah-olah menjadi persoalan pers. Yang terkait persoalan hukum di luar porsi kita. Maka itu kita meminta pers tetap berjalan pada koridor kode etik jurnalistik," kata Ketua Dewan Pers, Bagir Manan.

Hal itu disampaikan Bagir saat jumpa pers di Gedung Dewan Pers Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (24/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan ketua MA ini mengatakan, sebaiknya media dalam pemberitaannya juga tidak melanggar hal yang bersifat pribadi dari seorang narasumber. Menurut dia, setiap narasumber itu mempunyai hak untuk tidak menjawab.

"Dalam proses pemberitaan dan peliputan sebaiknya media bisa menahan diri dan berhati-hati. Semua pihak boleh berharap jawaban dari narasumber untuk mengakui dan berbicara tapi tidak bisa memaksa, apalagi jika itu berharap dilakukan di ruang publik media," ujar dia.

Jika media lupa mengindahkan hal-hal privasi narasumber itu, lanjut dia,ย  bukan tidak mungkin media tersebut bisa diperkarakan.

"Tolonglah media dalam hal ini memperhatikan hal yang sifatnya pribadi karena itu bisa juga menjadi dasar para narasumber untuk memperkarakan pers," kata pria berkacamata ini.

Bagir meminta media idak lagi mengusik terlalu jauh, seperti meminta klarifikasi dari pihak keluarga interal si narasumber. Sebab, persoalan ini pasti sudah cukup memalukan pihak keluarga.

Dewan pers selaku lembaga pengawasan terhadap kinerja pers tidak ingin media seolah-olah menjadi dalang atas maraknya pemberitaan video panas itu.

"Maka itu saya ingatkan Anda perlu hati-hati dalam meliput dan itu upaya kita untuk saling mengingatkan. Agar pers kita dalam tugasnya tetap mengemban yang berkaitan denganย  etika jurnalistik yang berkenegaraan dan kebangsaan," kata Bagir.

(lia/aan)


Berita Terkait