Pada 2 Januari 2007 lalu, Cocaign dan teman satu selnya Thierry Baudry bertengkar. Gara-garanya, Cocaign meminta Baudry mencuci tangan setelah menggunakan toilet.
Cocaign pun mencekik dan merobek dada Baudry dengan pisau cukur. Cocaign pun menarik paru-paru Baudry yang dipikirnya jantung itu. Cocaign pun memakan paru-paru Baudry mentah-mentah sebagian sebelum akhirnya memasak semuanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam persidangan di Kota Rouen, Prancis, Nicolas Cocaign mengungkapkan bahwa dirinya punya sejarah gangguan kejiwaan. Gangguan telah berlangsung lama sebelum pria berumur 39 tahun itu membunuh korbannya, mengambil paru-parunya dan menggorengnya dengan menggunakan kompor darurat di sel mereka.
Dilahirkan pada tahun 1971, Cocaign memiliki masa lalu yang menyedihkan.
Pria itu telah ditinggalkan oleh ibunya sejak bayi dan diasuh oleh negara sampai dia diadopsi pada usia 3 tahun. Sejak umur 6 tahun, dia sudah ditangani oleh psikiater. Kabarnya, sejak kecil dia kesulitan membedakan mana yang benar dan salah. Bahkan gangguan mentalnya memburuk setelah dirinya disodomi pada usia 13 tahun.
(nwk/nwk)











































