"Dia (Abdullah Sunata) selama ini mencarikan dana bagi kelompok-kelompok teror di Indonesia," kata pengamat intilejen Wawan Purwanto di saat dihubungi wartawan, Kamis (24/6/2010).
Wawan mengatakan, Sunata sebagai organisator pelatihan teroris di Aceh merupakan residivis pencari dana bersama salah seorang tersangka teroris lainnya Dulmatin. Dana tersebut banyak disimpan di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Wawan, walaupun dana banyak disimpan di luar negeri, namun dana gerakan teror di Indonesia banyaknya disumbang dari orang-orang di dalam negeri. "Kalau presentasinya, 70 persen dana masuk dari
Indonesia dan sisanya dari luar negeri," kata salah satu pengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) ini.
Meski begitu, lanjut Wawan, para penyumbang banyak yang tidak tahu kalau dana tersebut digunakan untuk melancarkan dan melakukan gerakan terorisme di Indonesia. "Tidak ada yang tahu uang itu untuk aksi terorisme," tutupnya.
Sebelumnya, Densus 88 melakukan penggerebekan di Klaten, Jawa Tengah, Rabu 24 Juni kemarin dan menangkap Abdullah Sunata Cs. Dalam peristiwa yang terjadi sore hari itu, polisi menewaskan Yuli Harsono. Satu anggota Densus juga terkena luka tembak di dada dan sedang menjalani perawatan.
(mpr/nwk)










































