Taufiq Kiemas: Jangan Sampai Orang Epilepsi dapat SIM

Gerak Jalan PDIP

Taufiq Kiemas: Jangan Sampai Orang Epilepsi dapat SIM

- detikNews
Kamis, 24 Jun 2010 21:55 WIB
Taufiq Kiemas: Jangan Sampai Orang Epilepsi dapat SIM
Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufiq Kiemas kecewa berat korban serempetan gerak jalan PDIP Atin Suwarsih meninggal dunia. Taufiq berharap kelak polisi tidak sembarangan memberikan Surat Ijin Mengemudi (SIM).

"Kita, Ibu Mega berduka, sudah dimakamkan. Mulai sekarang Polisi kalau memberi SIM diperiksa dulu," ujar Taufiq kepada wartawan di GedunG DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/6/2010).

Taufiq berharap polisi belajar dari kasus penyerempetan tim gerak jalan yang diselenggarakan PDIP. Taufiq meminta polisi tidak meloloskan penderita epilepsi memperoleh SIM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harus dicek sebab orang epilepsi tidak ketahuan. Jangan sampai orang epilepsi dapat SIM dan juga orang yang kurang normal," tegas Taufiq.

Kondisi kesehatan Kai Fin, penabrak puluhan peserta gerak jalan PDIP, Minggu (23/6) lalu, belum membaik. Kai Fin akan menjalani operasi otak. Hingga kini, Kai Fin masih dirawat di Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Polisi juga belum memintai keterangan darinya terkait insiden penabrakan itu.

Kai Fin, Minggu (23/6) lalu menabrak puluhan peserta gerak jalan PDIP di Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat dengan mobil Toyota Terios B 1198 BFX yang dikendarainya. Belasan orang terluka berat akibat insiden itu. Bahkan, seorang peserta gerak jalan bernama Atin, meninggal dunia karena mengalami pendarahan otak.

Kai Fin saat menabrak peserta gerak jalan, diduga terserang epilepsi. Dia juga sempat dihajar massa setelah menabrak peserta gerak jalan.

(van/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini