Ical Bicara, Monalisa Berteriak Soal Lapindo

Ical Bicara, Monalisa Berteriak Soal Lapindo

- detikNews
Kamis, 24 Jun 2010 20:27 WIB
Ical Bicara, Monalisa Berteriak Soal Lapindo
Jakarta - Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie sebagai pembicara sedang berbicara dalam acara diskusi publik. Saat Ical tengah bicara, seorang perempuan berteriak tentang Lapindo.

Awalnya acara diskusi publik bertema 'Setgab partai koalisi, dampaknya bagi perkembangan demokrasi di Indonesia' diawali Ical sebagai pembicara.

"Pada diskusi ini saya sebagai pembicara itu akan bicara soal sekretaris gabungan. Dan ditanya juga mengenai sikap Golkar terhadap Parliamentary Threshold. Sejak 15 Oktober kita sudah ada kesepahaman untuk berkoalisi dengan pemerintah yang ditandatangani oleh ketua umum-ketua umum partai dan Presiden RI," ujar Ical di Gedung Epicentrum, Kompleks Bakrie, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/6/2010).

Kemudian, tiba-tiba saja seorang perempuan berambut cepak, mengenakan kaos warna putih plus jaket warna krem dan bercelana jeans berteriak, "Banyak korban lumpur Lapindo!".

Ical yang sedang berbicara pun terkejut dan merespon, "Boleh-boleh."

Spontan 4 orang petugas keamanan berpakaian safari hitam dan krem langsung mengamankan perempuan yang diketahui bernama Monalisa itu. "Ini acara diskusi," ujar salah seorang petugas keamanan itu.

Saat diamankan Monalisa tetap berteriak. "Saya tidak ingin mendukung Bakrie. Karena sudah menghancurkan rakyat Sidoarjo. Saya muslim, ini KTP saya," teriak Monalisa yang mengaku sebagai anggota Rakyat Bergerak dan Guntur 49, sambil menunjukkan KTP ini.

Beberapa orang peserta diskusi dari Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) pun ikut keluar dan meneriaki Monalisa, "Kamu bikin gaduh aja, ini acara Parmusi!".

Selain Monalisa, ada seorang laki-laki yang juga menyindir Ical. Bukan dengan kata-kata, tapi melalui poster berukuran 1 x 0,5 m. Poster yang dibentangkan laki-laki gondrong memakai celana pendek itu bergambar foto Ical. Tak lama dibentangkan, poster itu dilipat dan si laki-laki itu langsung diringkus.

(nwk/nwk)


Berita Terkait