"Kalau aku si setuju ya, biar nggak banyak copet," kata seorang penumpang metromini, Risa, saat berbincang dengan detikcom di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Kamis (24/6/2010).
Mahasiswi politehnik ini mengatakan, pembatasan penumpang itu juga akan membuat nyaman saat berada di dalam angkutan. Karena setiap penumpang mendapatkan satu tempat duduk, dan tidak ada yang berdiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang ibu rumah tangga, Tati, yang suka menggunakan angkutan umum, juga sangat menyetujui usulan itu. Karena bagi dia itu bisa menjadi salah satu cara mencegah adanya tindakan asusila.
"Kalau empet-empetan kadangkan ada yang suka usil. Tapi kalau dibuat longgar, pasti bakal ketauan kalau ada yang mau iseng atau mau ngejambret," jelas dia.
Dia berharap dua usulan yang diajukan oleh Kementerian Perhubungan seperti penggunaan AC dan pembatasan Penumpang itu bisa terealisasi. Tapi dengan satu syarat, lanjut dia, kenaikan ongkos harus sesuai dengan kemampuan masyarakat.
"Kalau pake AC terus duduk semua, nggak desakan, udah nyaman banget itu. Dah kaya naik bus pariwisata aja," canda dia.
Keduanya pun berharap pemerintah tidak hanya janji-janji belaka dengan setiap usulannya.
"Jangan cuma omong doang," ujar Risa.
"Buktikan salah satu dulu aja deh," tambah ibu Teti.
(lia/anw)










































