Koalisi PPP-PKB Menunggu Hasil Pertemuan Gus Dur-Bagir

Koalisi PPP-PKB Menunggu Hasil Pertemuan Gus Dur-Bagir

- detikNews
Minggu, 02 Mei 2004 15:51 WIB
Jakarta - Bagir Manan turut memegang peran penting dalam peta politik. Sekarang, nasib koalisi PPP dan PKB tergantung pada diri Ketua MA itu. Lho kok bisa?Ceritanya tak jauh dari penolakan MA pada permohonan judicial review SK KPU tentang syarat kesehatan capres yang diajukan PKB. Dengan penolakan itu, maka Gus Dur yang mengalami gangguan penglihatan, mental dari kursi capres. Gus Dur menegaskan, takkan mendukung capres mana pun sebagai buntut penolakan MA itu.Sementara itu, PPP berusaha mencari teman koalisi setelah koalisinya dengan PDIP kandas. Di satu sisi, Gus Dur akan menemui Bagir Manan untuk meminta agar Bagir mereview keputusan menolak permohonan judicial review-nya. Nah, hasil pertemuan Gus Dur dan Bagir pada 7 Mei itulah kunci jadi tidaknya koalisi PPP dan PKB. Artinya, jika Bagir membatalkan keputusan judicial review yang tidak menguntungkan Gus Dur itu, maka Gus Dur akan menjadi capres. Sedangkan Hamzah jadi cawapresnya."Ada peluang besar PPP akan berkoalisi dengan PKB. Tetapi pastinya akan baru diketahui setelah Gus Dur bertemu Ketua MA Bagir Manan tanggal 7 Mei nanti," kata Ketum Hamzah Haz usai melakukan pertemuan dengan Gus Dur di rumah Dirut Bank Mandiri, ECW Neloe di Jl.Adityawarman, Jaksel, Minggu siang (2/5/2004). Sementara Gus Dur menyatakan, sambil menunggu pertemuannya dengan Ketua MA, dia mempersilakan Hamzah Haz untuk bertemu dengan DPP PKB. "Bahkan saya nanti yang akan memberitahukan pada mereka (Alwi dan Mahfud) soal itu," kata Gus Dur.Hamzah juga menegaskan, keputusan dari DPP PPP sudah jelas bahwa dia tidak akan berduet dengan Mega. Hamzah secara resmi sudah menyampaikan pada Mega untuk tidak mencalonkan diri sebagai wapres dalam pemilihan ini. Alasannya, apabila ternyata Mega tidak terpilih, maka dirinya bisa saja dituding sebagai biang kekalahan."Lagipula Ibu nanti dicerca oleh kalangan PDIP mempertahankan status quo kalau milih saya (sebagai cawapres)," kata Hamzah. (nrl/)


Berita Terkait