Meriam Solo Abad 18 Diangkat dari Bawah Tanah

Meriam Solo Abad 18 Diangkat dari Bawah Tanah

- detikNews
Minggu, 02 Mei 2004 14:51 WIB
Solo - Meriam yang ditemukan para penggali kabel beberapa hari yang lalu, Minggu (2/5/2004) siang ini diangkat dari bawah badan Jalan Mayor Kusmanto Solo dan selanjutnya akan disimpan di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah di Prambanan, Klaten. Setelah diangkat terlihat bahwa meriam itu masih dalam kondisi utuh.Pengangkatan meriam yang diduga buatan abad 18 itu dilakukan dengan menggunakan katrol milik BP3 Jateng. Kejadian itu mendapat perhatian luas dari masyarakat sehingga kerumunan orang yang ingin melihat langsung benda 'pencabut nyawa' di masa lalu itu sempat memacetkan jalan. Apalagi lokasi temuan tepat berada di samping perempatan Kantor Pos Besar Solo.Kabag Perlindungan BP3 Jateng, Lambang Babar Purnomo, yang memimpin pengangkatan itu mengatakan bahwa teknis penggalian terpaksa dilakukan tidak dengan membuka seluruh tanah di atas benda temuan namun hanya dengan dengan menggerowongi tanah di sekitar meriam. Hal itu dikarenakan banyak saluran kabel telepon dan pipa air yang jaraknya hanya beberapa centimeter dari lokasi."Kami hanya membongkar aspal jalan sekitar 1 m persegi di sekitar moncong. Selanjutnya selama dua hari ini kami putuskan untuk menggerowongi tanah di sekitar meriam lalu kami tarik pakai katrol. Yang menguntungkan sehingga memudahkan penarikan adalah bahwa meriam ditemukan dalam posisi moncong mengarah ke atas dengan kondisi kemiringan sekitar 30 derajat," paparnya.Lambang memperkirakan meriam itu telah ditemukan oleh penggali kabel telepon atau penggali pipa air puluhan tahun lalu, karena terlihat tanah di sekitarnya sudah teracak dan ada tatanan batu bata di sekitar badan meriam. Namun menurut Lambang pihak penggali maupun instansi yang menyuruh tidak bersedia lapor dan dibiarkan tetap berada di tempat tersebut.Setelah seluruh badan meriam terangkat diketahui kondisinya masih utuh meskipun terlihat sangat kotor oleh tanah, sedangkan hanya sedikit bagian yang terlihat berkarat. Panjang meriam mencapai 3 meter, diameter moncong 34 cm, diameter lobang meriam 11,5 cm, dan diameter ekor belakang 52 cm. Pihak BP3 belum bisa memastikan umur meriam serta sejak kapan tertanam di tempat itu.Lambang hanya bisa memperkirakan kemungkinan keberadaan meriam di tempat itu berkaitan dengan Beteng Vastenburg buatan Belanda pada tahun 1750 yang hanya berjarak sekitar 6 meter dari tempat itu. Namun dia belum bisa memastikan sejak kapan terkubur di tempat itu, atas alasan apa dikubur, serta oleh siapa dikuburkan.Meriam itu selanjutnya akan dibawa ke Kantor BP3 Jateng di Prambanan, Klaten. "Akan jadi koleksi meriam pertama di BP3 Jateng. Meriam ini ukuran besar dan beratnya sama persis dengan yang tersimpan di Museum Radya Pustaka, Solo," kata Lambang.Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat pagi yang lalu para penggali kabel optic PT Indosat itu menemukan moncong meriam saat menggali tanah di pinggir Jalan Mayor Kusmanto pada kedalaman 50 centimeter. Lokasi temuan tepat berada di samping gedung PT Telkom Solo, atau tepatnya di pinggir perempatan Jalan Mayor Kusmasto, Jalan Jendral Sudirman, dan Jalan Ronggowarsito.Ujung moncong yang tepat mengarah ke gedung Telkom itu berada di tepi selatan jalan, sedangkan badannya berada di bawah Jalan Mayor Kusmanto. Lokasi itu hanya berada di sekitar enam meter di depan bekas Beteng Vastenburg yang dibangun pada tahun 1750 oleh Belanda pada masa pemerintahan Pakubuwono III di Kraton Surakarta. Lokasi bekas beteng itu tepat berada di sebelah selatan Jalan Mayor Kusmanto. (nrl/)


Berita Terkait