"Iya (mengambil jenazah). Ini pas 2 minggu. Saya dikabari dari RS Polri bisa ambil jenazah," kata Ibunda Jefri, Yani, di RS Polri, Jalan Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (24/6/2010).
Yani mengenakan kemeja warna putih dan kerudung hitam datang dengan didampingi paman, Kasno, yang terbalut kaos warna hijau. Yani mengatakan, jenazah buah hatinya dapat diambil setelah polisi selesai melakukan tes DNA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya yakin ini Jefri dari pakaian yang dia pakai," ujar Yani yang terlihat tabah ini.
Menurut dia, Jefri akan dimakamkan di TPU Joglo. "Makam dekat rumah," kata Yani.
Ia juga mengaku kenal dengan pembunuh anaknya. "Saya kenal 2 tersangka. Yang lainnya tidak. Saya ingin pelaku dihukum seberat-beratnya," kata Yani.
Yani dan Kasno hingga kini masih menunggu pengambilan jenazah Jefri di depan ruang forensik RS Polri.
Bocah kelas 2 SD itu menghilang sejak 30 Mei karena diculik. Pelaku penculikan sempat mengirimkam pesan singkat untuk meminta tebusan Rp 35 juta.
Namun naas, Jefri ditemukan tewas di lahan kosong pada 7 Juni lalu. Polisi sudah menangkap dua tersangka penculikan dan pembunuhan Umar (25) dan Idris (27). Hingga kini polisi masih terus mengejar dua pelaku lainnya.
(aan/fay)










































