Insiden UMI, Mabes Polri Kirim Tim ke Makassar

Insiden UMI, Mabes Polri Kirim Tim ke Makassar

- detikNews
Minggu, 02 Mei 2004 12:36 WIB
Jakarta - Mabes Polri mengirim satu tim pencari fakta dalam kasus penyerbuan kampus UMI, Sabtu kemarin. Tim ini dipimpin oleh Wakil Kepala Pusat Profesi Mabes Polri, Kombes Drs Mustofa.Demikian dijelaskan Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar dalam jumpa pers di Rupatama Mabes Polri, Jl.Trunojoyo, Jaksel, Minggu (2/5/2004). Tim ini terdiri dari 5 orang dan ditugaskan memeriksa kronologi kejadian dan prosedur yang diambil dalam penanganan kasus UMI. "Tim ini bertugas memeriksa prosedur penanganan yang dilakukan, ini sebagai langkah Polri untuk memeriksa anggotanya yang terlibat kasus UMI dan memrosesnya sesuai hukum yang berlaku," urai Da'i.Da'i mengakui, bukan cuma pasukan dari satuan Dalmas yang masuk ke dalam kampus dan melakukan penyerangan, tapi juga ada dari satuan lain. "Memang ada polisi, yang tidak pada wewenangnya ujug-ujug (tiba-tiba) nyampur. Untuk yang ini konsekuensinya ditanggung sendiri (bukan ditanggung komandan satuan-red)," kata Da'i.Kapolri juga mengingatkan agar penanganan kasus ini harus dilakukan secara fair. "Bukan hanya anggota Polri yang menyerbu, tapi juga mahasiswa yang melakukan penyanderaan," kata Da'i.Seperti diberitakan, aksi kekerasan polisi terhadap mahasiswa UMI bermula dari aksi puluhan mahasiswa di depan KPUD Makassar yang menolak unsur militer masuk lagi dalam pemerintahan. Mereka juga membakar seragam militer. Polisi langsung membubarkan aksi itu dan menangkap 16 pendemo.Aksi ini didengar oleh mahasiswa UMI yang juga tengah menggelar aksi serupa di kampusnya. Aksi dengan agenda senada itu pun berubah menjadi aksi pengecaman terhadap penangkapan para rekan-rekan mereka. Ketika ada seorang polisi melintas yaitu Briptu Sudirman, mahasiswa UMI langsung menyanderanya. Polisi yang lain berusaha membebaskan Sudirman sehingga terjadilah penyerbuan ke kampus UMI. Sudirman sendiri ditemukan di rawa-rawa belakang kampus UMI. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini