"Kami akan melanjutkan upaya terapi kepada AL dalam rangka penyebuhan dirinya dari kebiasaan merokok," kata Dewan Pembina Komnas PA, Seto Mulyadi, saat jumpa pers di Komnas Anak Jl TB Simatupang, Jakarta Timur, Kamis (24/6/2010).
Terapi itu kembali dilakukan karena pihak Komnas PA melihat pada terapi pertama yang dilakukan beberapa minggu lalu hasilnya cukup positif. "Selama dia bermain kemarin saat terapi dia lupa untuk mengkonsumsi rokok dan beberapa waktu belakangan ini AL sering menelepon saya dan mengatakan bahwa ia ingin bermain lagi. Ini menunjukkan bahawa dia memang masih balita normal yang butuh masa bermain," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terapi besok akan dimulai pukul 09.00 WIB, di rumah saya di Cirende Permai, Ciputat," ujarnya.
Jika kondisi sudah cukup banyak kemajuan, bocah AL akan digabungkan dengan anak seusianya di sekolah binaan Komnas Anak agar AL bisa bermain dan berinteraksi dengan lingkungan di dunianya.
"Untuk tahap pertama mungkin terapi akan dilakukan selama 1 sampai 2 jam. Setelah itu di tingkatkan menjadi 3 sampai 4 jam," jelas dia.
Selain terapi, Kak Seto juga menyarankan agar lingkungan dari AL harus tetap diawasi. Sebab sebenarnya seorang anak dalam usia tumbuh kembangnya lebih banyak belajar dari apa yang dilihatnya di lingkungan sekitar.
"Semoga terapi ini membawa positif buat Aldi dan ketergantungannya menjadi hilang. Maka itu kami juga dibantu bupati Banyuasin juga akan tetap mengontrol lingkungan kediaman Aldi, dan keberhasilan ini juga tentunya butuh kerja semua pihak," tegasnya.
Pria berkacamata ini berharap setidaknya terapi ini menjadi percontohan bagi pemerintahan daerah jika menemukan salah satu balita di daerahnya yang mengalami kondisi yang sama seperti AL. "Bahwa anak dalam kondisi seperti AL ini bisa disembuhkan," imbuhnya.
(lia/anw)











































