"McChrystal merupakan mitra yang sangat terpercaya. Saya menyesal tidak bisa bekerja sama dengan dia lagi," kata Guttenberg seperti diberitakan kantor berita Reuters, Kamis (24/6/2010).
"Saya berharap tak akan ada perubahan dalam strategi dengan pemecatan ini," ujar Guttenberg yang bertanggung jawab atas 4.300 tentara Jerman yang ditempatkan di Afghanistan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam artikel itu, McChrystal dan stafnya mengolok-olok Wakil Presiden AS Joe Biden dan pejabat-pejabat Gedung Putih lainnya. McChrystal juga melontarkan pernyataan yang meremehkan Obama.
Artikel menghebohkan itu telah menimbulkan kemarahan Obama yang langsung memerintahkan McChrystal menghadap ke Gedung Putih pada Rabu, 23 Juni kemarin untuk menjelaskan soal komentar-komentar tersebut.
(ita/nrl)











































