Presiden Mega Minta Maaf dan Prihatin atas Insiden UMI
Minggu, 02 Mei 2004 12:01 WIB
Jakarta - Presiden Megawati menyatakan keprihatinan dan permintaan maaf pada sivitas akademika Universitas Muslim Indonesia (UMI) atas peristiwa penyerbuan aparat polisi. "Ibu Presiden meminta maaf dan menyatakan keprihatinan kepada mahasiswa dan pimpinan UMI," kata Kapolri Jenderal Dai Bachtiar dalam keterangan persnya di Rupatama Mabes Polri, Jl.Trunojoyo 3, Jaksel, Minggu siang (2/5/2004). Da'i didampingi Kadivhumas Irjen Poniman dalam kesempatan itu.Da'i menjelaskan, dia sowan kepada Mega pada Sabtu malam. Sedangkan peristiwa penyerbuan ke kampus UMI terjadi pada sore harinya. Dalam pertemuan dengan Mega itulah, Mega berpesan agar Kapolda Sulsel juga diberi sanksi.Kapolri pun menggelar rapat Dewan Kebijakan Tinggi (Wanjakti) pada Minggu pagi dan memutuskan untuk mengganjar Kapolda Sulsel dengan hukuman berupa pencopotan jabatan. Yusuf Manggarabani selanjutnya ditarik ke Mabes Polri."Ibu Presiden mendukung langkah Polri untuk menindak anggota yang terbukti bersalah," tegas Da'i. Sebelumnya, telah dicopot juga Kapolwiltabes Makassar dan Kapolsek setempat. Sedangkan 21 polisi yang terlibat penyerbuan juga diproses.
(nrl/)











































